LIVE MARKET

Gold Eagle Community Daily Market : 8 September 2026

 


  • Harga minyak tetap tinggi setelah serangkaian serangan baru dan meningkatnya risiko pelayaran di Timur Tengah. Brent diperdagangkan di sekitar US$97 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$90–91, karena gangguan pasokan melalui Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama.
  • Laporan serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Jizan semakin meningkatkan ketegangan di pasar energi. Sejauh ini, dampak dan tingkat kerusakan masih dalam proses penilaian.
  • Yen Jepang menguat tajam, mendorong USD/JPY turun ke kisaran 153-an, sekaligus mencapai level terendah sejak 18 Februari. Data upah dan PDB Jepang yang lebih kuat memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan kenaikan suku bunga.
  • Pasar semakin memusatkan perhatian pada keputusan Bank of Japan pada 18 September. Pasar overnight index swaps mengindikasikan sekitar 75 basis poin kenaikan suku bunga secara kumulatif hingga April 2027, sekaligus memberikan peluang terhadap kenaikan suku bunga pada bulan ini.
  • Euro bertahan di atas 1,1600 karena investor menantikan kenaikan suku bunga ECB yang diperkirakan akan terjadi. Euro juga mendapat dukungan dari revisi pertumbuhan ekonomi zona euro kuartal kedua menjadi 0,6%serta sentimen investor yang lebih kuat.
  • Ekspektasi inflasi zona euro tetap menjadi faktor penting bagi prospek kebijakan ECB setelah data inflasi awal Agustus meningkat menjadi 3,3% secara tahunan (YoY), level tertinggi sejak akhir 2023.
  • Data inflasi Amerika Serikat menjadi fokus utama kebijakan moneter dalam jangka pendek setelah data payrolls Agustus yang kuat kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
  • Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sedikit di bawah 60% dalam waktu kurang dari dua minggu. Kondisi ini membuat dolar AS sangat sensitif terhadap rilis PPI dan CPI AS pekan ini.
  • OPEC+ mempertahankan kuota produksi Oktober tanpa perubahan, sementara para produsen mempertimbangkan gangguan pasokan yang masih berlangsung di kawasan Teluk Persia dan melakukan evaluasi terhadap dasar penetapan kuota untuk 2027.
  • Menteri Keuangan Inggris John Healey mengatakan pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal karena Inggris menghadapi biaya pinjaman yang secara historis tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang masih rapuh.

Perkembangan Pasar

Energi

Minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar US$97 per barel setelah ditutup pada US$96,28 pada Jumat. Sementara itu, WTI bergerak di kisaran US$90–91 setelah sebelumnya ditutup pada US$91,48 dan sempat mencapai sekitar US$91,15 pada Senin.

Kenaikan mingguan Brent dilaporkan hampir 8%, sedangkan WTI naik hampir 10%, seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Pasar Valuta Asing

Yen Jepang menguat tajam, mendorong USD/JPY turun ke kisaran 153,00-an dan mencapai level terendah sejak 18 Februari.

Sementara itu, EUR/JPY turun 1,11% ke sekitar 179,45, sedangkan EUR/USD masih mampu mempertahankan kenaikan tipis di atas 1,1600.


Energi & Geopolitik

Risiko Pelayaran Timur Tengah Menjaga Harga Minyak Tetap Tinggi, OPEC+ Pertahankan Produksi

Harga minyak tetap tinggi setelah serangan terbaru antara AS dan Iran, meningkatnya risiko terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz, serta gangguan yang lebih luas terhadap arus energi Timur Tengah membuat kekhawatiran pasokan tetap tinggi.

Brent diperdagangkan di sekitar US$97 per barel, setelah sebelumnya turun hingga level intraday US$93. Sementara WTI bergerak di kisaran US$90–91 setelah ditutup pada US$91,48 pada Jumat dan mencapai sekitar US$91,15 pada Senin, level tertinggi sejak 24 Juli.

Kondisi pasar tetap ketat meskipun minyak masih mengalir melalui Selat Hormuz. Menteri Energi AS mengatakan arus minyak melalui jalur tersebut rata-rata mencapai sedikit di atas 9 juta barel per hari, dengan pengawalan kapal oleh Angkatan Laut AS.

ING mengatakan Iran berencana memberlakukan zona pembatasan baru di luar Selat Hormuz, yang berpotensi meningkatkan risiko terhadap kapal-kapal lain di kawasan Teluk Oman.

OPEC+ mempertahankan kuota produksi Oktober tanpa perubahan. Sumber Reuters yang dikutip Danske Bank mengatakan kelompok tersebut kemungkinan akan menghentikan sementara kenaikan produksi lebih lanjut pada kuartal keempat sambil mengevaluasi kembali dasar penetapan kuota untuk 2027.

ING mengatakan kenaikan produksi yang sebelumnya diumumkan tahun ini telah sepenuhnya menghapus 1,65 juta barel per hari pemangkasan sukarela. Namun, gangguan yang masih berlangsung di Teluk Persia membuat banyak produsen kemungkinan tetap memproduksi di bawah kuota mereka.

Kekhawatiran pasokan juga merembet ke produk olahan minyak. Salah satu laporan menyebut pasar memiliki cukup minyak mentah, tetapi kekurangan diesel.

ING juga mengatakan harga gas Eropa mendapat tekanan. Harga TTF naik hampir 4% pada awal perdagangan karena arus LNG tertinggal dibandingkan pengiriman minyak mentah.

Posisi spekulatif juga semakin kuat. Net long Brent di ICE meningkat sebanyak 37.837 lot menjadi 261.435 lot pada pekan pelaporan terbaru.


Serangan terhadap Fasilitas Saudi Aramco di Jizan Menambah Kekhawatiran Pasokan

Fasilitas minyak Saudi Aramco di Jizan dilaporkan terkena serangan pada Senin, menurut Financial Times. Tingkat kerusakan masih dalam proses penilaian.

Serangan tersebut menambah kekhawatiran yang sudah tinggi mengenai keamanan pasokan energi Timur Tengah dan turut mendorong WTI menembus US$90 dalam perdagangan Senin.

Insiden tersebut terjadi ketika pasar energi sudah menghadapi dampak konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan di kawasan tersebut serta pertukaran serangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan.

Ancaman tambahan terhadap infrastruktur energi Saudi semakin membuat pasar memperhatikan ketahanan produksi regional dan jalur ekspor minyak.


Makroekonomi & Bank Sentral

Yen Menguat Tajam karena Data Jepang yang Lebih Kuat Memperkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ

Yen Jepang melanjutkan penguatannya, membuat USD/JPY turun ke kisaran 153,00-an dan mencapai level terendah sejak 18 Februari.

Data domestik yang lebih kuat serta meningkatnya ekspektasi kebijakan hawkish memperkuat kemungkinan Bank of Japan (BoJ) melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya.

EUR/JPY juga turun 1,11% ke sekitar 179,45, menunjukkan penguatan yen terjadi terhadap berbagai mata uang utama.

Pergerakan tersebut dikaitkan dengan data upah dan GDP Jepang yang lebih kuat, repatriasi modal, serta unwinding posisi yen-funded carry trade.

Sejumlah laporan juga menyebut adanya dugaan intervensi serta komentar dari pejabat Jepang dan para pembuat kebijakan yang membuat pasar mempertimbangkan jalur kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Perhatian kini semakin tertuju pada rapat BoJ 18 September.

HSBC mengatakan overnight index swaps mengindikasikan sekitar 75 basis poin kenaikan suku bunga secara kumulatif hingga April 2027, sekaligus memberikan peluang yang cukup berarti untuk kenaikan suku bunga pada bulan ini.


Euro Bertahan di Atas 1,1600 karena Kenaikan Suku Bunga ECB Semakin Terlihat

Euro mempertahankan kenaikannya di atas 1,1600 karena investor bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) pekan ini serta merespons data aktivitas ekonomi zona euro yang lebih kuat.

EUR/USD berada di sekitar 1,1625 pada awal perdagangan Asia setelah mencatat kenaikan tipis pada Senin.

Pertumbuhan GDP zona euro kuartal kedua direvisi naik menjadi 0,6%, dibandingkan konsensus sebelumnya sebesar 0,4%.

Sementara itu, survei sentimen investor Sentix meningkat menjadi 5,1 dari sebelumnya 0,9.

Namun, produksi industri Jerman mengecewakan pada Juli, sehingga gambaran ekonomi kawasan masih beragam meskipun cukup kuat untuk mempertahankan ekspektasi pengetatan ECB.

Sejumlah laporan memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis, yang akan membawa suku bunga kebijakan menjadi 2,50%.

BBH mengatakan kurva swap sepenuhnya memperhitungkan suku bunga sebesar 3,00% dalam 12 bulan ke depan.

Societe Generale mengatakan inflasi awal zona euro pada Agustus meningkat 0,4 poin persentase menjadi 3,3% YoY, level tertinggi sejak akhir 2023.

Bank tersebut memperkirakan inflasi headline dapat mencapai puncak sekitar 3,7%–3,8% pada awal 2027, sementara inflasi inti diperkirakan mencapai puncak sekitar 2,7%–2,8% pada pertengahan 2027.

Kenaikan harga energi juga menjadi bagian penting dari pertimbangan kebijakan ECB.

BBH mencatat harga Brent dan gas alam masing-masing sekitar 8% dan 44% lebih tinggi dibandingkan saat rapat ECB pada Juni.

Keputusan ECB pada Kamis diperkirakan disertai dengan pernyataan yang relatif hawkish, tanpa memberikan sinyal bahwa siklus kenaikan suku bunga telah berakhir.


Data Inflasi AS Menjadi Penentu Utama Rapat The Fed September

Data inflasi AS kini menjadi fokus utama dalam menentukan arah kebijakan Federal Reserve setelah laporan payrolls Agustus yang kuat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Data tenaga kerja tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan perdebatan mengenai kebijakan The Fed. Oleh karena itu, PPI dan CPI AS pekan ini menjadi data yang sangat penting sebelum keputusan The Fed.

BBH mengatakan keputusan kenaikan suku bunga pada 16 September sangat bergantung pada laporan CPI Agustus yang dirilis Jumat.

Commerzbank mengatakan pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sedikit di bawah 60% dalam waktu kurang dari dua minggu.

Presiden New York Fed John Williams dan Gubernur Fed Christopher Waller sebelumnya memberikan pandangan yang menunjukkan perkembangan inflasi cukup menggembirakan.

Namun, Ketua Fed Kevin Warsh mengatakan di Jackson Hole bahwa perbaikan data PCE dan CPI selama musim panas belum menunjukkan bahwa tren inflasi mendasar telah mengalami perbaikan yang berarti.

Data PPI Kamis dipandang sebagai semacam "pemanasan" sebelum data CPI Jumat.

BBH mengatakan kenaikan indeks ISM Prices Paid pada Agustus menunjukkan adanya risiko inflasi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, pertumbuhan average hourly earnings yang lebih lambat tetap menjadi faktor penting yang mendukung proses disinflasi.

Kombinasi faktor tersebut membuat dolar AS sangat sensitif terhadap data inflasi yang akan dirilis serta penilaian terakhir The Fed sebelum rapat September.


Bank of Canada Pertahankan Nada Lebih Hawkish karena Risiko Inflasi

Nada kebijakan terbaru Bank of Canada (BoC) dinilai semakin hawkish, dengan perhatian lebih besar terhadap risiko kenaikan inflasi meskipun inflasi inti masih relatif rendah.

TD Securities mengatakan bank sentral tersebut tampaknya semakin tidak terlalu khawatir terhadap ketidakpastian perdagangan dan lebih fokus pada risiko bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi headline.

TD memperkirakan suku bunga overnight akan tetap berada di 2,25% sepanjang 2026, sebelum kembali menuju level netral 2,75% pada 2027 melalui dua kali kenaikan sebesar 25 basis poin.

Harga minyak memang telah kembali normal setelah sempat menembus US$100 per barel selama konflik AS-Iran. Namun, lonjakan tersebut tetap membuat inflasi CPI headline mendekati batas atas target BoC sebesar 1%–3%.

Ketegangan perdagangan juga masih menjadi bagian dari pertimbangan kebijakan.

TD mengatakan tarif Section 338 yang diberlakukan pada 22 Agustus telah meningkatkan ketegangan perdagangan, tetapi seharusnya tidak menghalangi kenaikan suku bunga pada kuartal pertama 2027, apabila tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.


Backstop ECB Kembali Dipertanyakan di Tengah Ketegangan Politik Zona Euro

Transmission Protection Instrument (TPI) milik ECB, yang dirancang untuk membantu mendukung obligasi pemerintah negara-negara zona euro ketika terjadi tekanan pasar yang tidak disebabkan oleh fundamental ekonomi, kembali menjadi perhatian.

Hal tersebut terjadi ketika ketegangan politik di sejumlah negara besar zona euro menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana instrumen perlindungan ECB dapat digunakan.

Rabobank mengatakan Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol menyumbang sekitar 60% GDP zona euro.

Bank tersebut mempertanyakan bagaimana mekanisme tersebut akan bekerja apabila beberapa negara dengan ekonomi terbesar di kawasan menghadapi gejolak politik secara bersamaan.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa instrumen anti-fragmentasi ECB tetap menjadi bagian penting dari latar belakang pasar, terutama ketika ECB terus menjalankan kebijakan pengetatan.


Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan Inggris Kembali Menegaskan Disiplin Fiskal

Menteri Keuangan Inggris John Healey mengatakan pemerintah akan melanjutkan upaya menjaga disiplin fiskal, ketika Inggris menghadapi biaya pinjaman yang secara historis tinggi.

Dalam pidatonya, Healey mengatakan berbagai guncangan global sangat terasa di Inggris dan pertumbuhan ekonomi masih rapuh, meskipun Inggris menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di G7 pada paruh pertama 2026.

Healey mengatakan produktivitas akhirnya mulai meningkat dan pemerintah berkomitmen untuk menghentikan kenaikan biaya dalam perekonomian.

Ia juga mengatakan anggaran pemerintah mendatang akan memberikan roadmap untuk desentralisasi fiskal.

Mengenai Artificial Intelligence (AI), Healey mengatakan pemerintah tidak akan melewatkan peluang yang ditawarkan teknologi tersebut, tetapi juga tidak akan membiarkan AI berkembang tanpa pengawasan.

Ia menyoroti risiko keamanan nasional serta potensi gangguan besar terhadap pasar tenaga kerja akibat perkembangan AI.

Lebih baru Lebih lama
Mau join VIP ? Kami siap membantu!