LIVE MARKET

Harga Minyak Tembus $100 setelah AS Menghancurkan Lima Kapal Tanker Iran

  • Harga futures Brent menembus $100 pada Rabu pagi setelah pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah milik Iran.
  • Iran membalas dengan menargetkan pangkalan AS di Yordania, sementara Yordania mengatakan telah mencegat 18 dari 20 rudal balistik Iran.
  • Serangan Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi menambah risiko besar terhad
    ap pasokan minyak, seiring konflik yang semakin meluas di kawasan tersebut

Harga minyak akhirnya menyentuh level $100 per barel pada Rabu pagi setelah AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran dan Iran menargetkan pasukan AS di Yordania. Serangan tersebut merupakan fase terbaru dari eskalasi besar yang dimulai pada akhir pekan, ketika pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak lainnya sebagai respons terhadap serangan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) terhadap dua kapal perang AS.



Saat artikel ini ditulis, kedua acuan harga minyak tersebut sedikit turun dari level tertingginya, tetapi masih berada sekitar $2 lebih tinggi dibandingkan sesi sebelumnya. WTI diperdagangkan di sekitar $94,54 per barel, sementara Brent naik hingga $99,89 per barel.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pada Selasa malam bahwa pasukan AS telah menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. AS kembali menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap IRGC yang menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS menggunakan rudal balistik.

Empat kapal tanker—M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco—dihancurkan di Teluk Oman. Sementara satu kapal lainnya, M/T Derya, diserang di dekat Pulau Kharg.

Serangan terbaru ini tampaknya merupakan kelanjutan dari kebijakan yang disampaikan Laksamana Brad Cooper pada Sabtu. Ia mengatakan:

“Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar—dengan menghancurkan tiga kapal milik kalian.”

CENTCOM kemudian merilis rekaman di media sosial yang menunjukkan M/T Riesco tenggelam setelah terkena serangan.

Sebagai respons atas penghancuran kapal-kapal minyaknya, Iran menargetkan pasukan AS di Yordania. Angkatan Bersenjata Yordania mengonfirmasi bahwa 20 rudal balistik telah ditembakkan dari wilayah Iran.

Yordania mengatakan berhasil mencegat dan menghancurkan 18 rudal tersebut. Dua rudal lainnya jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

IRGC mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, serta mengatakan telah menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak sebagai respons atas tenggelamnya kapal-kapal tanker Iran. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Secara terpisah, Iran juga mengklaim telah menemukan sebuah kendaraan bawah laut tanpa awak milik AS di Selat tersebut. Namun, kedua pihak memberikan versi yang berbeda.

Iran mengklaim telah “menangkap salah satu kapal selam tanpa awak paling modern, cerdas, dan canggih.”

Sementara itu, AS mengatakan bahwa sebuah drone bawah laut mengalami kerusakan lebih dari satu hari sebelumnya dan merupakan model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif serta tidak membawa peralatan sonar atau radar yang diklasifikasikan rahasia.

Risiko Pasokan Minyak Semakin Besar

Harga minyak sebenarnya sudah mengalami kenaikan sebelum eskalasi terbaru ini. Pada Selasa, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memaksa Kerajaan tersebut menghentikan aktivitas operasional di sejumlah fasilitas energi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa telah terjadi “kebakaran di beberapa lokasi”. Tim khusus kemudian dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran dan mengevaluasi kerusakan yang terjadi.

Selain risiko jangka pendek akibat serangan terhadap infrastruktur energi utama di kawasan tersebut, pasar minyak kini juga menghadapi masalah berupa penghancuran secara perlahan namun terus-menerus terhadap “shadow fleet”, yaitu armada kapal yang selama ini membawa minyak mentah Iran dan Rusia ke pasar global.

Sentimen Bullish Minyak Makin Kuat

Sentimen bullish terhadap minyak semakin kuat dan berkembang dengan sangat cepat. Saat ini tampaknya hanya ada sedikit jalan keluar untuk meredakan konflik tersebut.

Para trader akan memperhatikan laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis hari ini. Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasar minyak fisik.

Intinya: eskalasi AS–Iran + serangan Houthi terhadap fasilitas energi Saudi + gangguan terhadap armada tanker minyak menciptakan risiko supply shock. Ini menjadi faktor yang sangat bullish bagi harga minyak dan berpotensi menjaga Brent di sekitar/di atas $100 apabila konflik terus meluas.

Lebih baru Lebih lama
Mau join VIP ? Kami siap membantu!